Bolehkah Ibu HIV/AIDS Menyusui Bayinya? Ini Kata Dokter Laktasi

Bolehkah Ibu HIV/AIDS Menyusui Bayinya? Ini Kata Dokter Laktasi - Hallo sahabat Cakrawala, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Bolehkah Ibu HIV/AIDS Menyusui Bayinya? Ini Kata Dokter Laktasi, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Tempo, Artikel Terbaru, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Bolehkah Ibu HIV/AIDS Menyusui Bayinya? Ini Kata Dokter Laktasi
link : Bolehkah Ibu HIV/AIDS Menyusui Bayinya? Ini Kata Dokter Laktasi

Baca juga


Bolehkah Ibu HIV/AIDS Menyusui Bayinya? Ini Kata Dokter Laktasi

featured image

Dahulu, WHO tidak menganjurkan ibu dengan HIV menyusui sama sekali. Tapi kini ibu dengan HIV direkomendasikan menyusui dengan pendampingan tenaga kesehatan karena ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Salah satu syaratnya adalah ibu harus diberi terapi antiretroviral untuk mengurangi penularan HIV melalui menyusui.

Pakar laktasi Ameetha Drupadi mengatakan, masa menyusui juga harus tuntas selama dua tahun. “Ibu yang mengalami HIV tetap bisa menyusui, tapi minumnya harus sampai dua tahun atau tidak sama sekali. Tidak boleh ASI, lalu susu formula,” ujar Ameetha di Jakarta, Rabu, 27 November 2019.

Ameetha menambahkan, saat ibu dengan HIV/AIDS menyusui, ada antibodi yang masuk dan membuat bayi lebih kebal.

Namun, menyusui selama dua tahun bukanlah hal yang mudah dilakukan. Itu sebabnya, saat ini banyak tenaga kesehatan yang belum menganjurkan ibu dengan HIV/AIDS menyusui bayinya.

“Sebagai dokter, saya lebih pro untuk tidak menyusui bayinya secara langsung dan ibunya terus berobat hingga tuntas. Tapi karena saya juga konselor laktasi, tetap ada porsi untuk ibu dengan HIV/AIDS untuk menyusui bayinya,” ungkap Ameetha. 

Ameetha mengatakan, ibu hamil mesti melakukan tes HIV untuk mengetahui apakah ia terinfeksi atau tidak. Sebab, kata Ameetha, kasus yang paling banyak ditemui adalah si ibu tidak tahu kalau ia mengidap HIV, juga tidak memiliki bekal ilmu menyusui.

“Misalnya posisi dan perlekatan menyusui. Jika posisi perlekatan salah pasti puting lecet, luka, dan berdarah. Darahnya itu bisa menularkan ke bayi,” kata dia.

Ditambah lagi, jika asupan ASI tidak maksimal, artinya antibodi yang diterima bayi juga tidak optimal.

“Jadi memang harus benar-benar di bawah pemantauan dokter laktasi bila memutuskan menyusui dan ibu diberikan pengobatan sesegera mungkin,” pungkas Ameetha.

MILA NOVITA

Sumber: https://dnetwork.site/bolehkah-ibu-hiv-aids-menyusui-bayinya-ini-kata-dokter-laktasi/


Demikianlah Artikel Bolehkah Ibu HIV/AIDS Menyusui Bayinya? Ini Kata Dokter Laktasi

Sekianlah artikel Bolehkah Ibu HIV/AIDS Menyusui Bayinya? Ini Kata Dokter Laktasi kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Bolehkah Ibu HIV/AIDS Menyusui Bayinya? Ini Kata Dokter Laktasi dengan alamat link https://www.cakrawala.my.id/2019/12/bolehkah-ibu-hivaids-menyusui-bayinya.html

Subscribe to receive free email updates: