Eks Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya Dilarang Bepergian Keluar Negeri : Okezone Nasional

Eks Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya Dilarang Bepergian Keluar Negeri : Okezone Nasional - Hallo sahabat Cakrawala, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Eks Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya Dilarang Bepergian Keluar Negeri : Okezone Nasional, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Okezone, Artikel Terbaru, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Eks Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya Dilarang Bepergian Keluar Negeri : Okezone Nasional
link : Eks Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya Dilarang Bepergian Keluar Negeri : Okezone Nasional

Baca juga


Eks Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya Dilarang Bepergian Keluar Negeri : Okezone Nasional

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melayangkan surat ke Ditjen Imigrasi Kemenkumham untuk melakukan pelarangan bepergian keluar negeri untuk tiga tersangka baru dalam kasus suap dan gratifikasi terkait dengan pengurusan perkara di Mahkamah Agung Tahun 2011-2016.

Ketiga tersangka yang dilarang angkat kaki dari Indonesia itu adalah, eks Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi, menantunya Rezky Herbiyono dan Direktur PT. Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto.

“Mengirimkan surat pelarangan ke luar negeri pada pihak Imigrasi, yaitu terhadap tiga orang tersangka (NHD, RHE dan HS),” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam jumpa pers dikantornya, Jakarta Selatan, Senin (16/12/2019).

Saut mengungkapkan, pencekalan itu dilakukan untuk kemudahan penyidik lembaga antirasuah dalam mengusut perkara ini. Setidaknya, pelarangan itu dilakukan selama enam bulan kedepan.

“Selama 6 bulan ke depan terhitung sejak 12 Desember 2019,” tutur Saut.

Saut
(Foto: Saut Situmorang)

Baca Juga: KPK Tetapkan Eks Sekretaris MA Nurhadi serta Menantunya Jadi Tersangka Suap & Gratifikasi

Dalam kasus ini, diduga telah terjadi adanya pengurusan perkara terkait dengan kasus perdata PT. MIT melawan PT. KBN (Persero) pada tahun 2010 silam.

Nurhadi yang ketika itu menjabat Sekretaris MA dan menantunya diduga menerima sembilan lembar cek atas nama PT. MIT dari tersangka Hiendra untuk mengurus perkara peninjauan kembali (PK) atas putusan Kasasi Nomor: 2570 K/Pdt/2012 antara PT MIT dan PT KBN (Persero).

Poses hukum dan pelaksanaan eksekusi lahan PT MIT di lokasi milik PT KBN (Persero) oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara agar dapat ditangguhkan.

Untuk membiayai pengurusan perkara tersebut tersangka Rezky menjaminkan delapan lembar cek dari PT. MIT dan tiga lembar cek milik Rezky untuk mendapatkan uang dengan nilai Rp14 miliar.

Akan tetapi, kemudian PT. MTI kalah, dan karena pengurusan perkara tersebut gagal maka tersangka Hiendra meminta kembali sembilan lembar cek yang pernah diberikan tersebut.

Kemudian, kata Saut. Pada periode Juli 2015-Januari 2016 atau ketika perkara gugatan perdata antara Hiendra dan Azhar Umar sedang disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, diduga terdapat pemberian uang dari Tersangka Hiendra kepada Nurhadi melalui Rezky.

Kepada Nurhadi, Rezky memberikan uang total Rp33,1 miliar. Transaksi tersebut dilakukan dalam 45 kali transaksi. Pemecahan transaksi tersebut diduga sengaja dilakukan agar tidak mencurigakan karena nilai transaksi yang begitu besar. Beberapa kali transaksi juga dilakukan melalui rekening staf Rezky.

Lalu untuk penerimaan gratifikasi, diduga Nurhadi melalui Rezky dalam rentang waktu 2015-2016 diduga menerima sejumlah uang dengan total sekitar Rp12,9 miliar terkait dengan penanganan perkara sengketa tanah di tingkat Kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian.

Penerimaan-penerimaan tersebut, tidak pernah dilaporkan oleh NHD kepada KPK dalam jangka waktu 30 hari kerja terhitung sejak tanggal penerimaan gratifikasi. Sehingga, secara keseluruhan diduga NHD melalui Rezky telah menerima janji dalam bentuk 9 lembar cek dari PT. MTI serta suap/gratifikasi dengan total Rp46 miliar.

Atas perbuatannya, Nurhadi dan Rezky disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsidair Pasal 5 ayat (2) lebih subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Sementara Hiendra, disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b subsidair Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Sumber: https://dnetwork.site/eks-sekretaris-ma-nurhadi-dan-menantunya-dilarang-bepergian-keluar-negeri-okezone-nasional/


Demikianlah Artikel Eks Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya Dilarang Bepergian Keluar Negeri : Okezone Nasional

Sekianlah artikel Eks Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya Dilarang Bepergian Keluar Negeri : Okezone Nasional kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Eks Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya Dilarang Bepergian Keluar Negeri : Okezone Nasional dengan alamat link https://www.cakrawala.my.id/2019/12/eks-sekretaris-ma-nurhadi-dan.html

Subscribe to receive free email updates: