Teater Gandrik Main di Surabaya, Butet Haru Ingat Djaduk Ferianto

Teater Gandrik Main di Surabaya, Butet Haru Ingat Djaduk Ferianto - Hallo sahabat Cakrawala, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Teater Gandrik Main di Surabaya, Butet Haru Ingat Djaduk Ferianto, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Tempo, Artikel Terbaru, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Teater Gandrik Main di Surabaya, Butet Haru Ingat Djaduk Ferianto
link : Teater Gandrik Main di Surabaya, Butet Haru Ingat Djaduk Ferianto

Baca juga


Teater Gandrik Main di Surabaya, Butet Haru Ingat Djaduk Ferianto

featured image

TEMPO.CO, Jakarta-Suara pimpinan Teater Gandrik  Butet Kartaredjasa tercekat saat menyinggung adiknya yang baru meninggal,  Djaduk Ferianto, dalam konferensi pers pementasan teater asal Yogyakarta tersebut di Surabaya, Jumat malam, 6 Desember 2019. Djaduk sedianya adalah sutradara pementasan berjudul Para Pensiunan 2049 yang akan berlangsung di Hall Ciputra, Citraland, Surabaya itu.

Butet menunduk sejenak karena tak kuasa melanjutkan kata-katanya dan menyerahkan penjelasan selanjutnya kepada anggota Teater Gandrik sekaligus penulis naskah, Susilo Nugroho.  “Ini karya terakhir Djaduk. Dan….ah, biar Mas Susilo saja yang menjelaskan,” kata Butet sambil menyerahkan mikropon kepada Susilo Nugroho dalam temu wartawan di sebuah café, Jalan Gubernur Suryo Surabaya, Kamis, 5 Desember 2019.

Susilo Nugroho atau yang beken dengan nama Den Baguse Ngarso menuturkan naskah Para Pensiunan pernah dipentaskan di Jakarta sebelum pemilu, dan di Yogyakarta setelah pemilu. Pementasan di Surabaya, kata dia, yang pertama setelah Djaduk meninggal. Namun dalam pementasan di Surabaya, Susilo dan Agus Noor menulis ulang cerita itu dengan memasukkan isu-isu terkini setelah kabinet terbentuk.

Karena itu dalam penulisan ulang naskah yang kelima kalinya ini, ujar Susilo, Teater Gandrik menambahkan judulnya menjadi Para Pensiunan 2049. “Selain untuk menyesuaikan dengan isu-isu terkini, rewrite ini juga untuk penyempurnaan-penyempurnaan pada dua pentas sebelumnya. Agar lebih enak ditonton,” kata Susilo.

Menurut Susilo, kendati Djaduk telah berpulang, namun dari sisi teknis pementasan tidak ada pengaruh. Sebab, kata dia, Teater Gandrik telah terbiasa bekerja secara keroyokan.  “Kalau pengaruh psikologis iya, karena memang pertemanan kami dengan Djaduk sangat dekat,” kata Susilo.

Butet menambahkan, sebagai sutradara, Djaduk mempunyai otoritas tertinggi dalam pementasan itu. Namun ia berusaha agar kepergian adiknya itu tak berpengaruh terhadap penampilannya di atas panggung.  “Meskipun mungkin nanti kami merasakan ada yang ganjil, namun tetap harus main. Ya mungkin ada berkah-berkah lain di atas panggung, kami tidak tahu,” kata Butet.
 

Sumber: https://dnetwork.site/teater-gandrik-main-di-surabaya-butet-haru-ingat-djaduk-ferianto/


Demikianlah Artikel Teater Gandrik Main di Surabaya, Butet Haru Ingat Djaduk Ferianto

Sekianlah artikel Teater Gandrik Main di Surabaya, Butet Haru Ingat Djaduk Ferianto kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Teater Gandrik Main di Surabaya, Butet Haru Ingat Djaduk Ferianto dengan alamat link https://www.cakrawala.my.id/2019/12/teater-gandrik-main-di-surabaya-butet.html

Subscribe to receive free email updates: