Dirut Transjakarta Itu Ternyata... - News Liputan6.com

Dirut Transjakarta Itu Ternyata... - News Liputan6.com - Hallo sahabat Cakrawala, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Dirut Transjakarta Itu Ternyata... - News Liputan6.com, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Liputan 6, Artikel Terbaru, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Dirut Transjakarta Itu Ternyata... - News Liputan6.com
link : Dirut Transjakarta Itu Ternyata... - News Liputan6.com

Baca juga


Dirut Transjakarta Itu Ternyata... - News Liputan6.com

Kasus yang menyeret Donny ternyata terjadi saat ia masih menjabat Direktur Operasional di PT Eka Sari Lorena Transport Tbk pada September 2017. Dia dan Porman menipu Direktur Utama PT Lorena Transport, Gusti Terkelin Soerbakti.

Ketika itu, Donny mengaku sebagai pegawai Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Melalui sambungan telepon dia menghubungi Porman, pegawai Lorena Transport, untuk menawarkan bantuan menyelesaikan pelanggaran perdagangan saham yang terjadi di perusahaan otobus itu. Lorena harus menyerahkan uang sebesar US$ 250 ribu agar pelanggaran itu tidak diproses.

Sebagaimana salinan putusan pengadilan yang dikutip Tempo, Soerbakti menuruti saran Porman agar menyanggupi permintaan itu. Dia menyerahkan US$ 170 ribu secara bertahap kepada “oknum” OJK itu pada medio Oktober 2017.

Porman dan Donny kemudian membagi uang itu sembari melaporkan kepada Soerbakti bahwa duit itu sudah diserahkan kepada OJK. Keduanya kemudian kembali meminta uang kepada Bos Lorena untuk mempetieskan kasus tersebut.

“Jika masih butuh bantuan kami untuk mempetieskan masalah perseroan, untuk terakhir kali kami minta agar US$ 80 ribu dibawa setelah salat Jumat, 24 November 2017, ke sekitar Lapangan Banteng,” begitu bunyi pesan elektronik Dony yang ditujukan kepada Porman untuk menipu Soerbakti.

Soerbakti kemudian menyerahkan amplop cokelat berisikan uang tunai Rp 20 juta dengan pecahan Rp 50 ribu dan US$ 1.000 kepada Porman dan Donny. Untuk meyakinkan, Porman kemudian mengabarkan kepada bosnya bahwa uang itu telah disampaikan kepada OJK.

Merasa janggal, Soerbakti lantas melaporkan kasus ini kepada kepolisian. Pada 24 November 2017, anggota kepolisian dari Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat membekuk Porman dan Donny di Jakarta Selatan.

Merujuk Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Donny bersama Porman Tambunan didakwa melakukan penipuan. Sidang pertama dilakukan pada 30 April 2018 dengan nomor perkara 490/Pid.B/2018/PN Jkt.Pst klasifikasi perkara pemerasan dan pengancaman.

Pada sidang pembacaan tuntutan, Donny dan Porman dituntut masing-masing 2 tahun penjara dikurangi masa tahanan berdasarkan Pasal 378 juncto Pasal 55 Ayat (1) juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Pada 15 Agustus 2018, Donny dan Porman divonis bersalah oleh Majelis Hakim PN Jakarta Pusat. Mereka dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana penipuan secara berlanjut.

Majelis Hakim menjatuhkan pidana Donny dan Porman masing-masing 1 tahun penjara dikurangi masa penangkapan dan penahanan. Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa yang menghendaki mereka divonis masing-masing 2 tahun penjara.

Pada putusan banding, Pengadilan Tinggi Jakarta menguatkan putusan PN Jakarta Pusat dengan nomor putusan banding 309/PID/2018/PT DKI. Sidang putusan banding dihelat pada Jumat, 12 Oktober 2018.

Donny dan Porman tidak terima. Mereka lalu mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung pada 4 Januari 2019. Namun, pada 12 Februari 2019, MA menolaknya melalui putusan kasasi nomor 100/K/KPID/2019.

Dalam putusan kasasi, Donny dan Porman justru ditambah masa pidana penjaranya menjadi masing-masing 2 tahun. Dengan putusan ini, artinya vonis sudah berkekuatan hukum tetap dan status keduanya menjadi terpidana.

Namun, alih-alih dipenjara, Donny ditunjuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai Direktur Utama Transjakarta menggantikan Agung Wicaksono yang mengundurkan diri pada hari yang sama, Kamis 23 Januari lalu. Anies menunjuk Wakil Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta itu untuk membuat Transjakarta semakin maju.

“Ia memiliki latar belakang pengalaman di bidang transportasi,” ujar Anies.

 

Sumber

https://dnetwork.site/dirut-transjakarta-itu-ternyata-news-liputan6-com/


Demikianlah Artikel Dirut Transjakarta Itu Ternyata... - News Liputan6.com

Sekianlah artikel Dirut Transjakarta Itu Ternyata... - News Liputan6.com kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Dirut Transjakarta Itu Ternyata... - News Liputan6.com dengan alamat link https://www.cakrawala.my.id/2020/01/dirut-transjakarta-itu-ternyata-news.html

Subscribe to receive free email updates: