Kisah Sigit Kehilangan Ikan Hingga Teringat Banjir Masa Lalu : Okezone Lifestyle

Kisah Sigit Kehilangan Ikan Hingga Teringat Banjir Masa Lalu : Okezone Lifestyle - Hallo sahabat Cakrawala, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Kisah Sigit Kehilangan Ikan Hingga Teringat Banjir Masa Lalu : Okezone Lifestyle, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Okezone, Artikel Terbaru, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Kisah Sigit Kehilangan Ikan Hingga Teringat Banjir Masa Lalu : Okezone Lifestyle
link : Kisah Sigit Kehilangan Ikan Hingga Teringat Banjir Masa Lalu : Okezone Lifestyle

Baca juga


Kisah Sigit Kehilangan Ikan Hingga Teringat Banjir Masa Lalu : Okezone Lifestyle

SIGIT Pinardi yang tinggal di Perumahan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Tambun Utara, Bekasi, menjadi satu dari banyak korban banjir pada awal 2020. Namun ia mengaku kisah ini tak selamanya membuatnya sedih, sebab bencana tersebut membawa ingatannya ke suasana seru masa kecil di kampung halaman.

Hal yang membuatnya sedih adalah banjir awal 2020 ini membuat sejumlah ikan peliharannya lepas. Debit air yang melebihi ketinggian kolam yang ada di rumahnya, membuat ikan-ikan peliharan kabur.

“Air masuk ke rumah sekira 20 centimeter, karena ketinggian air melebihi permukaan kolam, ikan-ikan langsung lepas. Tahunya lepas pas tetangga mau numpang ke kamar kecil, kebetulan saya punya kamar mandi yang bebas banjir di lantai 2. Katanya ikan-ikan pada berenang di bawah kolong mobil, dan keluar sewaktu pagar dibuka,” ucapnya.

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Sementara itu, banjir 2020 ini membuat dirinya teringat masa kecil ketika ia masih tinggal di kampung halaman, Patianrowo, Nganjuk, Jawa Timur, saat direndam banjir beberapa tahun silam.

Kenangan itu muncul ketika Sigit melihat beberapa bocah laki-laki sedang girang bermain perahu karet di atas air cokelat. Sontak ia pun mulai menceritakan kisah masa lalunya saat berada di Patianrowo, saat banjir datang sekira 1980-an.

Ia mengatakan di Patianrowo diapit Sungai Brantas. Jika musim hujan tiba, debit air di sungai itu semakin tinggi, bahkan airnya sering meluap hingga kampungnya kebanjiran.

“Kampung saya jadi pelanggan tetap banjir tiap musim hujan. Musim hujan berarti banjir, water world jalanan, halaman rumah, pekarangan, dan tentu saja sawah rata terendam air,” ucap Sigit kepada Okezone beberapa waktu lalu.

Akibat luapan Sungai Brantas, banyak eceng gondok, ulat, dan tentu saja ular keluar dari tempat persembunyiannya. Uniknya Sigit dan bocah-bocah lain bukannya takut atau jijik, apalagi sedih.

Mereka justru bahagia menyambut banjir, terlebih ketika sekolah diliburkan. Dengan kondisi demikian, bocah-bocah tersebut akan mencari pohon pisang untuk dibuat rakit lalu keliling seru-seruan.

“Pohon pisang paling dicari, dipotong-potong, dipasak pakai bambu jadi rakit. Piknik kita keliling kampung. Kalaupun ada yang naik perahu, itu orang-orang dari kampung tetangga yang ngungsi ke kampung saya, yang relatif lebih maju karena ibu kota kecamatan,” lanjut Sigit.

Sumber: https://dnetwork.site/kisah-sigit-kehilangan-ikan-hingga-teringat-banjir-masa-lalu-okezone-lifestyle/


Demikianlah Artikel Kisah Sigit Kehilangan Ikan Hingga Teringat Banjir Masa Lalu : Okezone Lifestyle

Sekianlah artikel Kisah Sigit Kehilangan Ikan Hingga Teringat Banjir Masa Lalu : Okezone Lifestyle kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Kisah Sigit Kehilangan Ikan Hingga Teringat Banjir Masa Lalu : Okezone Lifestyle dengan alamat link https://www.cakrawala.my.id/2020/01/kisah-sigit-kehilangan-ikan-hingga.html

Subscribe to receive free email updates: