Menteri Perindustrian Soroti Ketidakadilan Sistem Upah per Bulan

Menteri Perindustrian Soroti Ketidakadilan Sistem Upah per Bulan - Hallo sahabat Cakrawala, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Menteri Perindustrian Soroti Ketidakadilan Sistem Upah per Bulan, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Tempo, Artikel Terbaru, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Menteri Perindustrian Soroti Ketidakadilan Sistem Upah per Bulan
link : Menteri Perindustrian Soroti Ketidakadilan Sistem Upah per Bulan

Baca juga


Menteri Perindustrian Soroti Ketidakadilan Sistem Upah per Bulan

featured image

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan ada ketidakadilan dalam sistem upah per bulan yang selama ini berlaku di tanah air. Sebab, perusahaan tidak bisa menghitung secara tepat dan detail produktivitas dari tenaga kerja mereka.

“Karena ada yang 20 hari, 15 hari, 24 hari, gajinya sama,” kata Agus dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Senin, 6 Januari 2020.

Rencana upah per jam ini adalah salah satu materi dalam Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja yang tengah berjalan. Meski begitu, ketentuan ini hanya berlaku untuk pekerja dengan jam kerja di bawah 35 jam per minggu atau 7 per hari hari kerja, Senin-Jumat. Sementara, upah untuk pekerja 40 jam per minggu atau 8 jam per hari kerja tetap bulanan.

Tapi, rencana ini ditolak Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Presiden KSPI Said Iqba mengatakan rencana ini bisa membuat buruh menerima upah bulanan di bawah nilai upah minimum. “Jika diterapkan, pengusaha bisa seenaknya secara sepihak menentukan jumlah jam bekerja buruh,” katanya, dalam siaran pers, Jumat, 27 Desember 2019

Agus percaya penetapan gaji berdasarkan jam kerja akan meningkatkan produktivitas bagi industri. Sebab, akan ada kepastian dan ukuran produktivitas dari masing-masing pekerja yang mereka miliki.

Akibatnya, industri tersebut bisa memiliki daya saing yang lebih baik. Ujungnya, penerapan tenaga kerja ke depan jadi akan meningkat ketika industri kian berkembang. “Jadi tinggal diatur saja berapa upah perjamnya, tentu tidak merugikan pekerja itu sendiri, tinggal diatur saja kok, gak ada masalah,” ujar Agus.

Agus lalu menyebut bahwa negara-negara industri seperti Amerika Serikat yang sudah menerapkan upah per jam. Memang, kata dia, infrastruktur untuk mendukung upah per jam ini harus disiapkan lebih dahulu. “Tapi enggak ada masalah, tinggal siapkan saja,” ujarnya.

FAJAR PEBRIANTO

Sumber: https://dnetwork.site/menteri-perindustrian-soroti-ketidakadilan-sistem-upah-per-bulan/


Demikianlah Artikel Menteri Perindustrian Soroti Ketidakadilan Sistem Upah per Bulan

Sekianlah artikel Menteri Perindustrian Soroti Ketidakadilan Sistem Upah per Bulan kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Menteri Perindustrian Soroti Ketidakadilan Sistem Upah per Bulan dengan alamat link https://www.cakrawala.my.id/2020/01/menteri-perindustrian-soroti.html

Subscribe to receive free email updates: