Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan Gelar Salat Gaib Atas Meninggalnya Gus Sholah

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan Gelar Salat Gaib Atas Meninggalnya Gus Sholah - Hallo sahabat Cakrawala, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan Gelar Salat Gaib Atas Meninggalnya Gus Sholah, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Terbaru, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan Gelar Salat Gaib Atas Meninggalnya Gus Sholah
link : Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan Gelar Salat Gaib Atas Meninggalnya Gus Sholah

Baca juga


Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan Gelar Salat Gaib Atas Meninggalnya Gus Sholah

featured image

Kapolda Jawa Timur, Bapak Irjen Luki Hermawan mengajak seluruh anggota beliau untuk bersama-sama menggelarkan salat gaib, atas meninggal nya KH Salahuddin Wahid atau yang biasa di sapa Gus Sholah.

Gus Sholah meninggal dunia setelah kondisi kesehatannya semakin menurun usai menjalani bedah jantung pada Sabtu (1/2/2020)

Pada Minggu malam tanggal 2 Februari 2020, Bapak KH Salahuddin Wahid, telah pergi meninggalkan dunia.

Ajakan untuk salat gaib ditujukan kepada Polda Jawa Timur, baik Polres, maupun semua polsek-polsek seluruh Jawa Timur. Pelaksanaan salat gaib itu akan dilaksanakan ba’da salat ashar di seluruh polres hingga polsek-polsek seluruh Jawa Timur.

Kapolda Jawa Timur, Bapak Irjen Luki Hermawan mengajak seluruh anggota beliau untuk bersama-sama menggelarkan salat gaib, atas meninggal nya KH Salahuddin Wahid atau yang biasa di sapa Gus Sholah

Bapak Irjen, mewakili seluruh anggota kepolisian Jawa Timur, berjelas rasa duka cita mereka atas meninggalnya Pak Gus Sholah.

“Kami tadi jajaran Forkompinda Jatim sudah menjemput di bandara dan pada kesempatan ini pula kami sudah perintahkan seluruh polres jajaran, tadi setelah salat dhuhur dan salat ashar untuk melaksanakan salat gaib,” ujar Pak Luki saat di Mapolda Jakarta Timur Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (3/2/2020).

Bapak Gus Sholah pun sering memberikan masukan, dan ceramah di Polda Jakarta Timur. Karena itu, bisa dibilang bahwa beliau termasuk orang penting bagi seluruh anggota Polda Jakarta Timur. Atas rasa kehilangannya, Bapak Luki mengajak anggotanya untuk mendoakan kepergian Pak Gus Sholah.

“Pada kesempatan ini, saya selaku Kapolda Jawa Timur beserta seluruh jajaran staf dan para Kapolres ikut berbela sungkawa kepada tokoh besar di Jatim, tokoh nasional kita almarhum KH Salahudin Wahid, yang mana kemarin sudah wafat,” ucap Luki.

Bapak Luki pun terlihat ikut memikul peti jenazah untuk mengantar ke lokasi peristirahatan almahrum.

Siapa Salahudin Wahid ?

Salahuddin Wahid lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 11 September 1942, Saudaranya adalah KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Hj Aisyah Hamid Baidlowi, dr H Umar Wahid SpP, Hj Lily Chodijah Wahid, dan Hasyim Wahid.

Pria yang memiliki nama kecil Salahuddin al-Ayyubi ini merupakan putra dari pasangan KH Wahid Hasyim dengan Hj Sholehah.

Kakek dari pihak ayah adalah Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Kakek dari pihak ibu, KH Bisri Syansuri, adalah pengajar pesantren pertama yang mengajarkan kelas pada perempuan.

Salahuddin Wahid dikenal sebagai pengasuh di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Gus Sholah menempuh bangku pendidikan tinggi Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk jurusan Arsitektur.

Perjalanan Gus Sholah di organisasi di antaranya yakni PMII Komisariat ITB (1964-1966), Sekretaris Jenderal DPP Inkindo (1991-1994), dan Ketua Departemen Konsultansi Manajemen Kadin (1994-1998).

Kapolda Jawa Timur, Bapak Irjen Luki Hermawan mengajak seluruh anggota beliau untuk bersama-sama menggelarkan salat gaib, atas meninggal nya KH Salahuddin Wahid atau yang biasa di sapa Gus Sholah

Selain itu, Gus Sholah juga pernah mendirikan Ikatan Konsultan Manajemen Indonesia (1995), Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Umat (PKU) (1998-Oktober 1999).

Ia juga pernah menjadi Ketua Lajnah Pemenangan Pemilu PKU (1999), pendiri Yayasan Baitussalam (1982), Ketua Badan Pengurus Yayasan Baitussalam (1982-1985, 1988-1991).

Kemudian, menjadi anggota Badan Pengawas Yayasan Baitussalam (1991-1994), pendiri Yayasan Wahid Hasyim (1985), dan Sekretaris Badan Pendiri Yayasan Wahid Hasyim (1999).

Jabatan sebagai ketua PBNU juga pernah ia jabat pada tahun 1999-2004, dan Ketua Badan Pendiri Yayasan Forum Indonesia Satu (sejak 2000) serta Ketua ICMI tahub 2001-2003. Ia juga pernah menjadi Wakil Ketua II Komnas HAM pada 2002-2007.

Dalam percakapan itu, Gus Sholah, panggilan akrab Salahuddin Wahid, masih memikirkan tentang kondisi umat dan kemajuan pesantren. Ayah tiga anak ini juga masih sempat berbincang terkait pembuatan film Jejak Langkah Dua Ulama.

”Tetapi, sayang, beliau tidak sempat menontonnya,” katanya.

Dia melanjutkan, Gus Sholah merupakan orang idealis, jujur, sederhana, dan berintegritas. ”Beberapa waktu lalu ia masih sempat menulis di Kompas tentang Nahdlatul Ulama. Ia membuat tulisan tersebut di gawainya,” katanya. Tulisan opini terakhir Gus Sholah di Kompas itu berjudul Refleksi 94 Tahun NU yang terbit 27 Januari lalu.

https://dnetwork.site/kapolda-jatim-gelar-salat-gaib/


Demikianlah Artikel Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan Gelar Salat Gaib Atas Meninggalnya Gus Sholah

Sekianlah artikel Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan Gelar Salat Gaib Atas Meninggalnya Gus Sholah kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan Gelar Salat Gaib Atas Meninggalnya Gus Sholah dengan alamat link https://www.cakrawala.my.id/2020/02/kapolda-jatim-irjen-luki-hermawan-gelar.html

Subscribe to receive free email updates: