Antisipasi Penyebaran Virus Corona, BTN Lakukan Layanan Terbatas

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, BTN Lakukan Layanan Terbatas - Hallo sahabat Cakrawala, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Antisipasi Penyebaran Virus Corona, BTN Lakukan Layanan Terbatas, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel BTN, Artikel Corona, Artikel Layanan, Artikel Terbatas, Artikel Virus, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Antisipasi Penyebaran Virus Corona, BTN Lakukan Layanan Terbatas
link : Antisipasi Penyebaran Virus Corona, BTN Lakukan Layanan Terbatas

Baca juga


Antisipasi Penyebaran Virus Corona, BTN Lakukan Layanan Terbatas


Antisipasi Penyebaran Virus Corona, BTN Lakukan Layanan Terbatas
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melakukan pelayanan terbatas pada para nasabahnya buat mengantisipasi penyebaran covid 19.

 Langkah ini dilakukan perseroan buat melindungi nasabah sekaligus menjaga supaya lingkungan kerja perseroan nir terpapar virus corona yg ketika ini sedang menjadi perhatian berfokus pemerintah.

 "Kami harus melakukan langkah inisiatif menjadi upaya preventif yg perlu diambil segera & perseroan mengambil keputusan buat sementara akan melakukan pelayanan terbatas bagi nasabah Bank BTN di sejumlah tempat kerja cabang di semua Indonesia," ujar Corporate Secretary BTN, Ari Kurniaman, akhir pekan lalu.

Selain pemberlakukan layanan nasabah pada sejumlah kantor cabang BTN, perseroan pula akan melakukan Work From Home atau WFH. Kebijakan mengenai WFH ini akan berlaku di seluruh unit kerja kantor sentra termasuk dalam hal ini tempat kerja cabang sesuai dengan kritikal daerah yang sudah ditetapkan perseroan.

"Jadi kami telah menyusun business continuity plan atau BCP tentang apa yg wajib dilakukan dalam rangka mengantisipasi penyebaran covid 19 pada daerah kerja perseroan menggunakan permanen mengedepankan bagaimana itu tidak mengganggu pelayanan pada nasabah," kentara Ari.

WFH akan dilakukan misalnya dalam divisi kritikal minimal 20 persen berdasarkan total SDM pada divisi tersebut dan 40 persen buat divisi yang nir kritikal. Demikian jua menggunakan kantor cabang yang berada pada wilayah sinkron dengan mapping kritikal untuk dilakukan WFH.

Selain itu Ari menyebutkan pada seluruh tempat kerja layanan sudah ditetapkan protokol layanan kepada nasabah misalnya para petugas layanan khususnya yang berada di front linner akan mengenakan masker.

 Salam kepada nasabah tidak dengan berjabat tangan akan tetapi cukup dengan mengatupkan tangan sebagai salam hormat kepada nasabah. "Kami juga menyiapkan masker buat nasabah yg memerlukan. Ini merupakan hal yang mungkin akan menjadi sesuatu yg tidak sama berdasarkan umumnya namun buat kebaikan kita semua itu wajib dilakukan.

Kami meminta maaf khususnya pada para nasabah setia Bank BTN atas protokol pelayanan perbankan yang kami lakukan buat bagaimana kita semua terhindar menurut covid 19," kentara Ari. Kebijakan mengenai layanan terbatas & WFH tersebut akan dilakukan Bank BTN terhitung semenjak Senin (16/3/2020) dengan ad interim dilakukan hingga 5 hari kerja ke depan.
Ahli Pakar: Banyak Nilai Positif dalam RUU Ciptaker
Terlepas dari rangkaian perdebatan soal Rancangan Undang-Undang (RUU) mengenai Cipta Kerja (Ciptaker), sebenarnya regulasi ini memiliki sejumlah keunggulan.

 Pengamat kebijakan publik Cecep Darmawan mengatakan, omnibus law merupakan galat satu upaya terobosan aturan & penyederhanaan hukum pada Indonesia.

 “Selain itu, bisa menjadi solusi bagi inkonsistensi regulasi dan benturan atau pertarungan antarperaturan perundang-undangan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (12/3/2020).

 Kepala Pusat Kebijakan Publik LPPM Universitas Pendidikan Indonesia ini pula berkata, draf RUU ini sanggup sebagai bagian menurut sentralisasi, penyeragaman, penyatuan, keterpaduan antara kebijakan sentra & daerah.

“Ini juga menjadi bagian berdasarkan efisiensi birokrasi & meminimalisasi pertarungan kepentingan antara pihak-pihak tertentu,” pungkasnya.

Tak hanya itu, RUU yang meliputi revisi 79 undang-undang dan terdiri atas 1.244 pasal ini diharapkan bisa menaikkan sinergi & koordinasi antar pemangku kepentingan.

 “Bisa jua menjadi agunan terhadap kepastian, perlindungan, dan keadilan bagi para pemangku kepentingan,” ujarnya. Sementara, soal banyak sekali protes menurut publik yg merintangi pembuatan RUU ini, Darmawan menyarankan supaya warga jangan buru-buru membuat kesimpulan atas isi regulasi ini.

“Intinya, rakyat jangan terlalu apriori,” katanya. Tetapi, pada sisi lain, beliau juga mengharapkan supaya pemerintah juga harus terbuka dan transparan pada menyusun RUU ini. “Ajak para stakeholder berdialog pada perumusan omnibus law.

 Jangan terburu buru. Draf RUU jua masih wajib diberi masukan dan dikoreksi aneka macam pihak,” ujarnya. Darmawan pun menganjurkan agar pemerintah perlu melakukan obrolan secara intens menggunakan banyak sekali kepentingan.

“Misalnya, gerombolan buruh, aktivis lingkungan, pers, dan termasuk kalangan kampus dan gerombolan -gerombolan lain yg akan terdampak,” ucapnya.


Demikianlah Artikel Antisipasi Penyebaran Virus Corona, BTN Lakukan Layanan Terbatas

Sekianlah artikel Antisipasi Penyebaran Virus Corona, BTN Lakukan Layanan Terbatas kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Antisipasi Penyebaran Virus Corona, BTN Lakukan Layanan Terbatas dengan alamat link https://www.cakrawala.my.id/2020/03/antisipasi-penyebaran-virus-corona-btn.html

Subscribe to receive free email updates: