BTN Latih Alumni Santri Jadi Pengembang Perumahan

BTN Latih Alumni Santri Jadi Pengembang Perumahan - Hallo sahabat Cakrawala, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul BTN Latih Alumni Santri Jadi Pengembang Perumahan, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Alumni, Artikel BTN, Artikel Perumahan, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : BTN Latih Alumni Santri Jadi Pengembang Perumahan
link : BTN Latih Alumni Santri Jadi Pengembang Perumahan

Baca juga


BTN Latih Alumni Santri Jadi Pengembang Perumahan


BTN Latih Alumni Santri Jadi Pengembang Perumahan
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk bekerja sama dengan Profesional Nahdliyin (Nusantara Utama Cita/NU Circle) dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) mengadakan pelatihan online maupun offline kepada para alumni pondok pesantren dan pegiat ekonomi Islam.

Pelatihan ini dilakukan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi wirausaha di sektor properti. “Kami mengharapkan, kelak para alumni santri setelah mengenyam pelatihan ketrampilan wirausaha di BTN Santri Developer ini dapat menjadi motor ekonomi di pedesaan atau kota kecil khususnya di bidang perumahan, sehingga ke depan, insya Allah mendukung keberhasilan program Pemerintah dalam penyediaaan perumahan,” kata Direktur Utama BTN Pahala N Mansury dalam keterangan tertulis, Senin (11/5/2020).

 BTN bersinergi dengan NU Circle dan IAEI menggelar pelatihan khusus di bidang usaha properti agar kelak menjadi wirausaha properti yang berkualitas dan berkarakter.

NU Circle dan IAEI mendorong anggotanya untuk mengikuti pelatihan online tersebut sebagai tahap awal dan membuka perspektif untuk menjadikan profesi developer sebagai salah satu pilihan. Adapun pendaftaran pelatihan online dan offline bidang usaha properti tersebut dibuka sejak 27 April hingga 9 Mei 2020.

BTN Santri Developer telah menarik minat 1.673 alumni santri dari berbagai daerah di pulau Jawa. Adapun jumlah peserta tersebut melebihi target yang dipasang yaitu sekitar 999 peserta. Para alumnus pondok pesantren yang terjaring pelatihan tersebut minimal berusia 23 tahun.

Adapun pelatihan ketrampilan bidang perumahan terdiri dari dua tahap, yaitu pelatihan online selama periode 11- 16 Mei 2020, dan pelatihan offline yang akan dilakukan usai masa penanganan Covid-19 selesai.

Para peserta yang sudah menyelesaikan kedua tahap pelatihan tersebut akan mendapatkan sertifikat khusus. “Kami juga melibatkan pengembang untuk memberikan materi online ataupun pelatihan di lapangan secara langsung, agar para peserta mengetahui bagaimana manajemen proyek perumahan dan bagaimana menjadi developer yang sukses,” jelas Pahala.

Sementara pelatihan offline atau pelatihan langsung diselenggarakan selama tujuh hari  dengan pemberian materi di kelas selama lima hari, sehari kunjungan ke lapangan (salah satu perumahan yang dekat dengan lokasi pelatihan) dan sehari untuk workshop.

Saat pelatihan langsung tersebut, nantinya peserta akan diperkaya ketrampilan mendasar untuk memulai proyek perumahan, mulai dari penyusunan anggaran, rencana bisnis, strategi pemasaran, manajemen proyek dan tata cara pembebasan lahan perijinan, serta pembebasan lahan. Semua materi pelatihan offline akan diajarkan oleh Housing Finance Center (HFC)

BTN, yang memang sudah berpengalaman memberikan pelatihan kepada para developer muda dan mencetak pengusaha pengembang properti. “Materi yang diberikan HFC meliputi empat pilar yaitu land, legal, finance dan skillset , empat pilar tersebut penting untuk menjadi developer properti yang kompeten,” kata Pahala.

BACA JUGA : Pemerintah RI : Wabah COVID-19 Akan Segera Berakhir !


Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) mengatakan bahwa wabah corona COVID-19 kemungkinan sebentar lagi berakhir.

“Keadaan peta COVID-19 per 7 Mei ada kecenderungan angka kasus yang terjadi di Indonesia mengalami penurunan walaupun tidak terlalu drastis. Tingkat kesembuhan juga mengalami kenaikan,” ujar Muhadjir dalam konferensi video lewat saluran YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (8/5).

Hal ini karena kasus virus corona COVID-19 pada 7 Mei menurun secara signifikan.

“Oh iya, selalu optimistis, tapi ini kan tantangan bersama ini,” ujar Achmad Yurianto, juru bicara pemerintah untuk penanganan wabah COVID-19 di RI, Jumat (8/5/2020)
Tambah Achmad, ada harapan kurva penambahan kasus corona di Indonesia segera menurun karena tren penambahan kasus positif corona per harinya mulai melambat dan menunjukkan kurva yang mendatar.
“Kesimpulan kita sekarang adalah laju pertambahannya sudah relatif mendatar, melambat, bahasanya begitu. Kalau mendatar berarti kan tidak berubah. Nanti kalau menurun, makin sedikit, kan gitu terminologinya.” terang Achmad.
“Penambahannya semakin sedikit, pasti grafiknya turun. Penambahannya tidak signifikan berubah, pasti mendatar. Kalau penambahannya semakin melambat berarti tanjakannya sudah tidak terlalu tinggi,” lanjut dia.
Ia mengimbau para masyarakat untuk tetap mematuhi kebijakan pemerintah serta prosedur kesehatan untuk cegah terinfeksi COVID-19 agar dapat memutus mata rantai penyebaran wabah.
Achmad terus mengingatkan masyarakat untuk menjaga jarak, menggunakan masker, dan tidak bepergian atau mudik.
“Kurva itu dibuat dari perhitungan apa sih? Jumlah kasus positif yang baru kan? Ya berarti nanti supaya jumlah kasus positif yang baru nggak nambah, maka yang dilakukan apa? Ya ikuti anjuran pemerintah to.” tambah dia.
Tidak mudik, tidak anu, itu lah yang dilakukan, yang saya sampaikan setiap hari itulah yang dilakukan. Kalau itu dilakukan kan nggak ada kasus baru kan, penambahannya berkurang kan, ya grafiknya turun,” Achmad ingatkan.
Kendati begitu, menurutnya, Indonesia belum melewati puncak COVID-19 karena meski melambat, penambahan kasus masih terjadi.
“Indonesia loh ya, bukan pemerintah loh ya. Kalau ngomong Indonesia itu artinya dengan seluruh rakyatnya. Ya memang itu yang kita harapkan (wabah berakhir). Kalau nggak, ya, waduh, capek deh. Saya ini sudah ngomong hari ke-65 ini. Makanya kuncinya Indonesia, bukan pemerintah. Yang sakit kan bukan pemerintah, yang sakit rakyatnya,” ungkap Yuri.


 
 









Demikianlah Artikel BTN Latih Alumni Santri Jadi Pengembang Perumahan

Sekianlah artikel BTN Latih Alumni Santri Jadi Pengembang Perumahan kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel BTN Latih Alumni Santri Jadi Pengembang Perumahan dengan alamat link https://www.cakrawala.my.id/2020/05/btn-latih-alumni-santri-jadi-pengembang.html

Subscribe to receive free email updates: